Trip To Eats

Simple guide to your taste and travel
Featured Trips

Aktivitas Seru Saat Liburan ke Bali

Awal tahun 2018 ini gue punya kesempatan dua kali ke Bali. Kali pertama adalah untuk liburan ke Bali bersama teman, sedangkan kali kedua adalah memenuhi undangan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kunjungan pertama sebenarnya gue niatkan untuk eksplorasi daerah Ubud. Sementara kunjungan kedua mengikuti jadwal dari Kemenpar eksplorasi Uluwatu dan Ubud (lagi). Dari kunjungan gue selama dua kali ke Bali di awal tahun ini, gue rangkum beberapa aktivitas untuk rekomendasi kalian teruama para millenials. Selamat membaca.

Menonton Tari Barong di Istana Puri Saren Ubud

Tari Telek
Tari Telek

Tari Barong adalah pertunjukkan rutin setiap Jumat malam jam 18.30 di  Istana Puri Saren Ubud. Lokasi Istana Ubud tidak jauh dari Pasar Seni Ubud. Harga tiket masuk untuk menonton pertunjukkan adalah Rp 100.000/orang. Cukup mahal memang, tapi kita akan puas menyaksikan beberapa tarian sekaligus. Posisi bangku penonton ada yang berada sejajar dan dekat dengan panggung, sementara di bagian belakang ada bangku bertingkat, namun cukup jauh untuk melihat para penari.

Tari Barong

Pertunjukkan Tari Barong di Istana Ubud dibagi menjadi beberapa jenis, ada Tari Barong, Tari Legong, Tari Telek, dan juga sendratari. Setiap penonton diberikan selebaran berisi penjelasan setiap tarian dan adegan sendratari. Namun sayang, selebaran tersebut dalam bahasa Inggris. Ini dia yang saya kurang suka dengan Bali, berada di Indonesia tapi selalu lebih mengutamakan wisatawan mancanegara. Semoga saja selebaran tersebut akan dibuat bilingual.

Tari Legong

Berfoto di Tegalalang Ricefield

Tegalalang Rice Field

Tegalalang Ricefield berada di lokasi yang letkanya cukup jauh dari Istana Ubud. Lokasinya di tepian jalan kecil dan menanjak. Jadi saat ke sini biasanya udara akan terasa sejuk. Bisa dibilang sawah atau rice field adalah ciri khas Ubud. Tempa tini bagus didatangi saat pagi hari. Kita bisa berjalan hingga ke bagian tengah sawah, namun harus siap berjalan kaki cukup jauh ya.

Mengagumi Teratai di Pura Taman Saraswati

Kolam Teratai Pura Taman Saraswati

Pura Taman Saraswati punya kolam teratai dengan ukuran bunga teratai yang cukup besar. Untuk masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya, tapi kalau ingin lebih puas lagi berada disini, maka ada satu restoran persis di dalam area taman yang bisa jadi tempat untuk berlama-lama mengagumi kolam teratai. Gerbang khas Bali di ujung kolam juga cocok untuk dijadikan latar berfoto.

Makan Crispy Duck dengan 3 Jenis Sambal

Nasi Goreng Bebek dan Crispy Duck

Belum lengkap kalau ke Ubud tanpa mencicipi crispy duck khas restoran Bebek Tepi Sawah. Meski Bebek Tepi Sawah kini buka cabang dimana-mana, tapi paling lezat menikmatinya di Ubud. Suasana makan di gubuk-gubuk lesehan dengan pemandangan sawah, membuat saya betah berlama-lama di tempat ini. Soal rasa, pastinya crispy duck ini empuk dan gurih. Semakin nikmat karena disajikan bersama 3 jenis sambal yang salah satunya adalah sambal matah.

Menonton Tari Kecak Berlatar Sunset

Menjelang Sunset sambil menanti Tari Kecak

Di Bali, pertunjukkan Tari Kecak yang tiada tandingannya menurut saya adalah di Uluwatu. Tepatnya di Pura Luhur Uluwatu. Sebuah amphiteater terbuka menghadap barat dimana sang surya ‘beristirahat’ di peraduannya menjadi latar alami pagelaran Tari Kecak yang unik.

Cantiknya latar sunset dengan Tari Kecak

Harga tiket untuk menonton Tari Kecak di Uluwatu adalah Rp 70.000 – Rp 100.000 (tergantung season saat kita berkunjung) dan pertunjukkan dimulai pukul 18.00. Pastikan untuk menjaga tempat duduk jauh sebalum pertunjukkan dimulai untuk mendapatkan spot terbaik. Hal ini karena selain pertunjukkan sangat banyak digemari oleh wisatawan, juga agar kita dapat spot terbaik menyaksikan susnset persis di belakang para penari. Jaga baik-baik barang yang kita bawa karena penonton akan sangat penuh, hingga ke bagian dekat penari Kecak.

Pemandangan laut lepas dari Pura Uluwatu

Sebelum masuk ke area amphiteater dan menyaksikan Tari Kecak, ada baiknya berfoto dengan latar tebing dan laut lepas yang menjadi ciri khas Pura Luhur Uluwatu. Hati-hati dengan monyet yang berkeliaran, jangan sampai mereka mengambil barang-barang anda seperti kacamata, topi, dan lain sebagainya.

Berfoto Seru di Pantai Melasti

Pantai Melasti dengan tebing-tebing kapur di sekelilingnya

Pantai Melasti ada di sisi paling selatan dari Pulau Bali. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Pandawa, tapi tergolong masih sepi dibandingkan dengan Pantai Pandawa. Airnya bewarna hijau toska dengan ombak yang cukup kencang. Tebing kapur tinggi menjadi ciri khasnya. Ada dua sisi di pantai ini yang bisa diekplorasi. Sisi kiri dari arah kendaraan masuk memiliki keunikan karena ada area pasir berwarna hitam.

VW combi biru untuk properti foto pre-wedding di Pantai Melasti

Sementara di sisi kanan, saya menemukan sebuah gerbang khas Bali berwarna hitam. Tidak jauh dari gerbang tersebut, saya melihat VW combi yang digunakan untuk foto Pre-Wedding. Rupanya VW combi ini memang identik dengan properti foto pre-wedding di Pantai Melasti.

Rafting di Sungai Ayung

Rafting Sungai Ayung

Penggemar aktivitas air, pasti suka dengan rafting di Sungai Ayung. Lokasinya di Desa Payangan, Ubud. Jika tertarik bisa hubungi operator yang antar rombongan gue kemarin (alami tirta outbond). Recommended, karena semua guide ramah dan menyenangkan. Dalam satu perahu akan dinaiki 4 orang peserta rafting plus satu orang guide. Selama rafting berdurasi kurang lebih 2 jam menysuuri jalur sepanjang kira-kira 10KM, tidak akan sekalipun merasa bosan. karena jeram yang dilewati cukup banyak dan beragam. Bahkan ada juga yang berbatu.

 

Spot air terjun saat rafting di Sungai Ayung

Salah satu spot pemberhentian, selain tempat untuk beristirahat adalah ini, air tejun kecil yang cantik. Selain air terjun besar ini, ada pula celah-celah batu yang mengalirkan air, guide kami cukup seru karena perahu kami selalu diarahkan melewati kucuran air tersebut, langsung segar seketika karena airnya dingin. Sebelum mencapai finish, kita melewati sebuah sliding di dinding bendungan. Rasanya gak kalah seru dengan waterbom ataupun wahana air di Ancol.

Touring VW Safari

VW Safari aneka warna untuk transportasi menuju lokasi rafting

Touring dengan VW safari aneka warna ini menjadi satu paket dengan rafting di Sungai Ayung. Sebenarnya touring bisa dilakukan terpisah, tapi seru juga ide menjadikannya satu kesatuan dengan acara rafting. Kami dijemput di Hotel Anvaya untuk menuju tempat rafting dengan mobil unik yang atapnya bisa dibuka ini.

VW Safari putih ini jadi transportasi gue ke tempat rafting

Satu mobil berkapasitas 4 orang sudah termasuk supir. Karena kebetulan kami melewati area persawahan sebelum menuju lokasi rafting, jadi kami sempat foto-foto dengan mobil unik ini berlatar pemandangan sawah hijau yang cantik banget.

Makan Gelato dan Paletas Wey

Gelato di Ubud

Udara siang hari di Bali cocoknya menikmati es krim atau sejenisnya. Di Ubud ada banyak sekali penjual gelato yang rata-rata harganya sekitar Rp 35.000 untuk single scoop. Gerai gealto yang cukup terkenal di Ubud adalah Gaya Gelato, yang sebenarnya ada juga cabang di kota lain di Indonesia. Rasanya yang disediakan berbeda-beda tergantung musim. Gue coba rasa manggis, sedikit asam namun tetap ada rasa manisnya.

Paletas Wey di Kuta Beach Walk

Paletas Wey ini memang berasal dari Bali meski sekarang sudah ad ajuga di Jakarta. Gerai Paletas Wey yang bisa dijangkau dengan mudah di Bali adalah di Kuta Beach Walk. Gerainya kecil dan berada di tengah-tengah, dekat are kolam. Rekomendasi gue adalah rasa semangka atau buah-buahan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *